Nuffnang Ads

Pages

Thursday, July 28, 2016

Bila Malaysia Jadi Mangsa Percaturan Politik Amerika







Jabatan Kehakiman (DOJ) Amerika Syarikat (AS) dikatakan bermain politik apabila menjadikan tindakan saman sivil ke atas 1Malaysia Development Berhad (1MDB) sebagai cubaan untuk mengalih isu daripada skandal rasuah yang memalit Jabatan Kehakiman dan Peguam Negaranya, Loretta Lynch.

Mana tidaknya, ke­­tika pengumuman mengejut mengenai tindakan Jabatan Kehakiman AS ke atas 1MDB yang hanya dibuat bersandarkan andaian, Lynch sebenarnya sedang berdepan dengan petisyen dibuat American Center for Law and Justice (ACLJ) bagi menuntut beliau meletakkan jawatan.

Ini kerana Lynch terpalit de­ngan skandal rasuah membabitkan bekas Presiden AS, Bill Clinton dalam usaha menyelamatkan isterinya, Hillary dan sehingga kini lebih 100,000 rakyat AS sudah menandatangani petisyen tersebut sejak dilancarkan ACLJ pada awal Julai lalu.

Berdasarkan laporan, Biro Siasatan Persekutuan (FBI) menemukan 100 e-mel perbualan antara Clinton dengan Lynch dan mereka berdua juga didapati berjumpa secara sulit di landasan sebuah lapangan terbang di Arizona, menyebabkan integriti Peguam Negara AS itu dipersoalkan.

Namun, ketika banyak pihak menuntut tindakan tegas diambil ke atas Clinton, Lynch memutuskan tiada pendakwaan dibuat ke atas suami Hillary itu menyebabkan calon presiden daripada parti Republikan, Donald Trump, menuduh Lynch telah disogok oleh bekas Presiden AS tersebut.


US Attorney General Loretta Lynch Refuses to Answer Questions Put to Her By Congress 74 Times Regarding Hillary Clinton Email Scandal.






Seluruh rakyat Malaysia agar tidak mudah terpe­ngaruh dengan propaganda AS dalam apa juga isu, kerana setiap tindak-tanduk negara kuasa dunia tersebut selalunya mempunyai tujuan yang tidak baik.

Kenapa Lynch tiba-tiba mengumumkan saman sivil ini? Apakah beliau mahu menolong kepada publisiti Hillary untuk bersaing merebut jawatan Pre­siden AS atau adakah ini merupakan jalan bagi menutup dakwaan skandal rasuahnya bersama Clinton.

Terdahulu, sebelum timbul isu skandal rasuah, Lynch juga tidak pernah kering daripada kontroversi terutama ketika beliau menjawat jawatan sebagai Pendakwaraya Persekutuan AS, apabila wanita itu membuat rundingan bagi menyelesaikan skandal pengubahan wang haram di AS.

Ironinya ketika beliau bersungguh-sungguh mahu me­ngambil tindakan ke atas 1MDB, Lynch tidak bertindak serupa dalam kes pengubahan wang haram oleh kakitangan Bank HSBC melibatkan transaksi lebih AS$200 juta (RM813 juta) hingga tiada seorang pun yang didakwa. 

Wednesday, July 27, 2016

Siapa Bangsa Mandala Politik Yang Bina Borobudur Dan Angkor Wat?





















Borobudur satu megastruktur yang dibina oleh satu bangsa mandala politik yang advance tamadun pada zamannya ambil masa 50 tahun sejak tahun 750 hingga 800.






Angkor Wat sebuah kompleks bandaraya megastruktur seluas 500 ekar yang boleh menampung sejuta penduduk, sistem pengairan, sawah padi ditanam  3/4 kali setahun adalah hasil tamadun paling hebat dan terbesar dalam dunia pada zamannya. Dibina pada tahun 1113 selama 30 tahun.

Siapa bangsa mandala politik yang bina Borobudur ( 120 X 120 meter) dan Angkor Wat (215 X 187 meter)  yang merupakan satu monumen piramid gunapakai teknologi tinggi?

Mandala adalah konsep politik Melayu kuno bermaksud wilayah penguasaan politik seperti Empayar Srivijaya, Sailendra, Khmer dan Majapahit.


In the brief 100 years of the Sailendra dynasty of the Srivijaya Empire, the devarajas/kings created a series of monuments on Java’s central plain. During this period a young Khmer prince had been sent to Java either as a royal hostage to guarantee cooperation or for upbringing and education abroad. Either is likely as the Khmer tradition acknowledges Javanese overlordship in the later part of the 8th century.

There had already been a long history of connection between Cambodia and Java. The Javanese even considered themselves descendants of the Funanese of Cambodia. As a casual indication of their relationship, Sailendra means ‘Lord of the Mountain’ and Funan means ‘Mountain Kingdom’. Even though both kingdoms are located in the valley, there titles suggest their affinity with the mountains – the abode of the gods.

This Cambodian prince was exposed to the Javanese concept of the devaraja, which was associated with pyramid building, such as Borobudur. These god kings created their own Mount Meru. Inspired by the great Javanese culture, this young Cambodian prince escaped or just returned home to Cambodia with grandiose ideas. This was in 790 CE, when Borobudur was only midway through its 50 years of construction. Jayavarman II was the name of this Java educated Khmer Prince who returned to Cambodia and founded the Khmer Empire that eventually created Angkor Wat.


Kaitan Sriwijaya dengan Dinasti Sailendra

Kaitan antara Sriwijaya dengan dinasti Sailendra dimulai kerana adanya nama Śailendravamśa pada beberapa prasasti (batu bersurat) di antaranya pada prasasti Kalasan di pulau Jawa, prasasti Ligor di selatan Thailand, dan prasasti Nalanda di India. Sementara pada prasasti Sojomerto dijumpai nama Dapunta Selendra. Kerana prasasti Sojomerto ditulis dalam bahasa Melayu kuno dan bahasa Melayu kuno umumnya dituliskan pada prasasti-prasasti di Sumatera maka diduga wangsa Sailendra berasal dari Sumatera.

Majumdar berpendapat dinasti Sailendra ini terdapat di Sriwijaya (Suwarnadwipa) dan Medang (Jawa), keduanya berasal dari Kalinga di selatan India. Kemudian Moens menambahkan kedatangan Dapunta Hyang ke Palembang, menyebabkan salah satu keluarga dalam dinasti ini pindah ke Jawa. Sementara Poerbatjaraka berpendapat bahwa dinasti ini berasal dari Nusantara, didasarkan atas Carita Parahiyangan kemudian dikaitkan dengan beberapa prasasti lain di Jawa yang berbahasa Melayu Kuno di antaranya prasasti Sojomerto

Hubungan dengan kekuatan regional
Untuk memperkuat posisinya atas penguasaan kawasan Asia Tenggara, Sriwijaya menjalin hubungan diplomasi dengan Maharaja China, dan secara teratur mengantarkan utusan beserta ufti.

Sejarawan S.Q. Fatimi menyebutkan bahwa pada tahun 100 Hijriyah (718 M), seorang maharaja Sriwijaya (diperkirakan adalah Sri Indrawarman) mengirimkan sepucuk surat kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz dari Kekhalifahan Umayyah, yang berisi permintaan kepada khalifah untuk mengirimkan ulama yang dapat menjelaskan ajaran dan hukum Islam kepadanya. Surat itu dikutip dalam Al-'Iqd Al-Farid karya Ibnu Abdu Rabbih (sastrawan Kordoba, Sepanyol), dan dengan redaksi sedikit berbeda dalam Al-Nujum Az-Zahirah fi Muluk Misr wa Al-Qahirah karya Ibnu Tagribirdi (sastrawan Kairo, Mesir).

Peristiwa ini membuktikan bahwa Sriwijaya telah menjalin hubungan diplomatik dengan dunia Islam atau dunia Arab. Meskipun demikian surat ini bukanlah berarti bahwa raja Sriwijaya telah memeluk agama Islam, melainkan hanya menunjukkan hasrat sang raja untuk mengenal dan mempelajari berbagai hukum, budaya, dan adat-istiadat dari berbagai rekan perniagaan dan peradaban yang dikenal Sriwijaya saat itu; yakni China, India, dan Timur Tengah.

Pada masa awal, Kerajaan Khmer merupakan daerah jajahan Sriwijaya. Banyak sejarawan mengklaim bahwa Chaiya, di propinsi Surat Thani, Thailand Selatan, sebagai ibu kota kerajaan tersebut. Pengaruh Sriwijaya nampak pada bangunan pagoda Borom That yang bergaya Sriwijaya. Setelah kejatuhan Sriwijaya, Chaiya terbagi menjadi tiga kota yakni (Mueang) Chaiya, Thatong (Kanchanadit), dan Khirirat Nikhom.

Seperti disebutkan sebelumnya, Sriwijaya di Sumatra meluaskan wilayah degan perpindahan Wangsa Sailendra ke Jawa. Pada kurun waktu tertentu wangsa Sailendra sebagai anggota mandala Sriwijaya berkuasa atas Sriwijaya dan Jawa. Maka Wangsa Sailendra berkuasa sekaligus atas Sriwijaya dan Kerajaan Medang, yaitu Sumatera dan Jawa. Akan tetapi akibat pertikaian suksesi singgasana Sailendra di Jawa antara Balaputradewa melawan Rakai Pikatan dan Pramodawardhani, hubungan antara Sriwijaya dan Medang memburuk. Balaputradewa kembali ke Sriwijaya dan akhirnya berkuasa di Sriwijaya, dan permusuhan ini diwariskan hingga beberapa generasi berikutnya. Dalam prasasti Nalanda yang bertarikh 860 Balaputra menegaskan asal-usulnya sebagai keturunan raja Sailendra di Jawa sekaligus cucu Sri Dharmasetu raja Sriwijaya. Dengan kata lain ia mengadukan kepada raja Dewapaladewa, raja Pala di India, bahwa haknya menjadi raja Jawa dirampas Rakai Pikatan. Persaingan antara Sriwijaya di Sumatera dan Medang di Jawa ini kian memanas ketika raja Dharmawangsa Teguh menyerang Palembang pada tahun 990, tindakan yang kemudian dibalas dengan penghancuran Medang pada tahun 1006 oleh Raja Wurawari ( sebagai sekutu Sriwijaya di Jawa) atas dorongan Sriwijaya.

Sriwijaya juga berhubungan dekat dengan kerajaan Pala di Benggala, pada prasasti Nalanda berangka 860 mencatat bahwa raja Balaputradewa mendedikasikan sebuah biara kepada Universitas Nalanda. Relasi dengan Dinasti Chola di selatan India juga cukup baik. Dari prasasti Leiden disebutkan raja Sriwijaya di Kataha (Kedah) Sri Mara-Vijayottunggawarman telah membangun sebuah vihara yang dinamakan dengan Vihara Culamanivarmma, namun menjadi buruk setelah Rajendra Chola I naik tahta yang melakukan penyerangan pada abad ke-11. Kemudian hubungan ini kembali membaik pada masa Kulothunga Chola I, di mana raja Sriwijaya di Kadaram (Kedah) mengirimkan utusan yang meminta dikeluarkannya pengumuman pembebasan cukai pada kawasan sekitar Vihara Culamanivarmma tersebut. Namun demikian pada masa ini Sriwijaya dianggap telah menjadi bagian dari dinasti Chola. Chronicle  China menyebutkan bahwa Kulothunga Chola I (Ti-hua-ka-lo) sebagai raja San-fo-ts'i, membantu perbaikan candi dekat Canton pada tahun 1079. Pada masa dinasti Song candi ini disebut dengan nama Tien Ching Kuan, dan pada masa dinasti Yuan disebut dengan nama Yuan Miau Kwan.

Monday, July 25, 2016

Puteri Kamaliah @ Putroe Phang...







Sejarah Pahang memperlihatkan bagaimana wanita menjadi lambang pengenalan Pahang. Barangkali Pahang dilihat sebagai lambang kewanitaan yang selalu menjadi idaman dan perhatian orang luar. Imej kewanitaan yang melahirkan keghairahan pihak yang lebih kuat menggunakan apa saja helah dan cara bagi mencapai apa yang diidamkan... 

WZWH bicara sejarah pemerintahan Empayar Pahang yang berhubungkait dengan pengaruh wanita-wanita terhebat yang mencetuskan konflik dan peperangan. Ianya adalah "politik cinta" yang melarat kepada politik menguasai sang pemerintah.

Pernahkah anda mendengar nama-nama wanita klasik berpengaruh ini seperti Puteri Onang Kio, Puteri Wanang Seri, Tun Teja Ratna Benggala dan Puteri Kamaliah? Maka WZWH pun bercerita...

Puteri Onang Kio adalah puteri Raja Chulan Pemerintah Siam kerajaan Kota Gelanggi yang juga di panggil Klang Kio atau Ganggayu ertinya perbendaharaan permata. Kota Gelanggi terletak di Jerantut. Semasa Kota Gelanggi dilanggar oleh Raja Suran (Raja Rajendra Chola 1 dari selatan India) pada tahun 1025, Raja Chola terpegun dengan kecantikan Puteri Onang Kio lalu diperisterikannya.

Semasa Pahang di bawah pemerintahan Siam yang berpusat di Tembeling (Ligor), Gabenor Siam bernama Maharaja Dewa Sura pada tahun 1454 telah diserang oleh Sultan Mansur Shah iaitu Sultan Melaka dan Puteri Wanang Seri anakanda Maharaja Dewa Sura telah dibawa ke Melaka dan diperisterikan oleh Sultan Mansur Shah.

Hasil perkahwinan itu lahir dua putera, yang sulung dinamakan Raja Ahmad dan yang bongsu dinamakan Raja Muhammad. 

Tragedi sepakraga-destar terbunuhnya Tun Besar anakanda Bendahara Tun Perak membuatkan Raja Muhammad terbuang ke Pahang menjadi Sultan partama. Raja Ahmad akhir menjadi Sultan Pahang ke dua.

Tun Teja Ratna Benggala puteri Bendahara Seri Amar Bangsa Diraja Pahang yang kecantikannya diperkatakan oleh pedagang-pedagang yang berdagang di Pahang telah dicolek dan diguna-guna oleh Hang tuah pada tahun 1490 untuk memuas kehendak Sultan Mahmud iaitu Sultan terakhir Melaka walaupun ketika itu Tun Teja Ratna Benggala adalah tunangan Sultan Ahmad Shah iaitu Sultan Pahang.

Sewaktu Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam iaitu Sultan Acheh menakluki Pahang pada tahun 1617. Baginda telah membawa pulang 10,000 orang Pahang ke Acheh termasuk seorang puteri Pahang yang bernama Puteri Kamaliah. Tertarik dengan kecantikan dan kebijaksanaan Puteri Kamaliah maka Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam telah memperisterikannya.

Puteri Kamaliah sangat mashor dan cerdas menasihat suaminya dalam pemerintahan. Rakyat Acheh memanggilnya Putroe Phang. Seperti kata pepatah Acheh:


Adat bak Poe Teumeureuhom
Hukom bak Syiah Kuala
Qanun bak Putroe Phang
Reusam bak Laksamana


Ertinya:


Adat pada Marhum Mahkota Alam
Hukum pada Syiah Kuala
Kanun pada Puteri Pahang
Resam pada Laksamana


Puteri Kamaliah selalu rindu pada negerinya Pahang. Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam telah membina sebuah taman yang ada model banjaran gunung dipanggil Gunongan dan Putroe Phang suka dengan taman itu bermain-main dengan dayang-dayangnya memanjat Gunongan. Kalau anda pergi melawat Acheh, anda akan melihat taman itu masih ada dan dijaga rakyat Acheh. Taman itu dinamakan Taman Putroe Phang dan Gunongan.

Demikianlah kehebatan 4 orang puteri Pahang dari zaman berzaman. Mereka wanita jelita menawan, cantik paras rupawan, cerdik, pandai, bijaksana bikin hati Raja dan Sultan cair hati lalu sanggup menghunus senjata menakluki negara.

Puteri Tun Teja Ratna Benggala...







Sejarah Pahang memperlihatkan bagaimana wanita menjadi lambang pengenalan Pahang. Barangkali Pahang dilihat sebagai lambang kewanitaan yang selalu menjadi idaman dan perhatian orang luar. Imej kewanitaan yang melahirkan keghairahan pihak yang lebih kuat menggunakan apa saja helah dan cara bagi mencapai apa yang diidamkan... 



WZWH bicara sejarah pemerintahan Empayar Pahang yang berhubungkait dengan pengaruh wanita-wanita terhebat yang mencetuskan konflik dan peperangan. Ianya adalah "politik cinta" yang melarat kepada politik menguasai sang pemerintah.


Pernahkah anda mendengar nama-nama wanita klasik berpengaruh ini seperti Puteri Onang Kio, Puteri Wanang Seri, Tun Teja Ratna Benggala dan Puteri Kamaliah? Maka WZWH pun bercerita...

Puteri Onang Kio adalah puteri Raja Chulan Pemerintah Siam kerajaan Kota Gelanggi yang juga di panggil Klang Kio atau Ganggayu ertinya perbendaharaan permata. Kota Gelanggi terletak di Jerantut. Semasa Kota Gelanggi dilanggar oleh Raja Suran (Raja Rajendra Chola 1 dari selatan India) pada tahun 1025, Raja Chola terpegun dengan kecantikan Puteri Onang Kio lalu diperisterikannya.

Semasa Pahang di bawah pemerintahan Siam yang berpusat di Tembeling (Ligor), Gabenor Siam bernama Maharaja Dewa Sura pada tahun 1454 telah diserang oleh Sultan Mansur Shah iaitu Sultan Melaka dan Puteri Wanang Seri anakanda Maharaja Dewa Sura telah dibawa ke Melaka dan diperisterikan oleh Sultan Mansur Shah.

Hasil perkahwinan itu lahir dua putera, yang sulung dinamakan Raja Ahmad dan yang bongsu dinamakan Raja Muhammad. 

Tragedi sepakraga-destar terbunuhnya Tun Besar anakanda Bendahara Tun Perak membuatkan Raja Muhammad terbuang ke Pahang menjadi Sultan partama. Raja Ahmad akhir menjadi Sultan Pahang ke dua.


Tun Teja Ratna Benggala puteri Bendahara Seri Amar Bangsa Diraja Pahang yang kecantikannya diperkatakan oleh pedagang-pedagang yang berdagang di Pahang telah dicolek dan diguna-guna oleh Hang tuah pada tahun 1490 untuk memuas kehendak Sultan Mahmud iaitu Sultan terakhir Melaka walaupun ketika itu Tun Teja Ratna Benggala adalah tunangan Sultan Ahmad Shah  iaitu Sultan Pahang.

Puteri Wanang Seri Maharaja Dewa Sura...







Sejarah Pahang memperlihatkan bagaimana wanita menjadi lambang pengenalan Pahang. Barangkali Pahang dilihat sebagai lambang kewanitaan yang selalu menjadi idaman dan perhatian orang luar. Imej kewanitaan yang melahirkan keghairahan pihak yang lebih kuat menggunakan apa saja helah dan cara bagi mencapai apa yang diidamkan... 

WZWH bicara sejarah pemerintahan Empayar Pahang yang berhubungkait dengan pengaruh wanita-wanita terhebat yang mencetuskan konflik dan peperangan. Ianya adalah "politik cinta" yang melarat kepada politik menguasai sang pemerintah.

Pernahkah anda mendengar nama-nama wanita klasik berpengaruh ini seperti Puteri Onang Kio, Puteri Wanang Seri, Tun Teja Ratna Benggala dan Puteri Kamaliah? Maka WZWH pun bercerita...

Puteri Onang Kio adalah puteri Raja Chulan Pemerintah Siam kerajaan Kota Gelanggi yang juga di panggil Klang Kio atau Ganggayu ertinya perbendaharaan permata. Kota Gelanggi terletak di Jerantut. Semasa Kota Gelanggi dilanggar oleh Raja Suran (Raja Rajendra Chola 1 dari selatan India) pada tahun 1025, Raja Chola terpegun dengan kecantikan Puteri Onang Kio lalu diperisterikannya.

Semasa Pahang di bawah pemerintahan Siam yang berpusat di Tembeling (Ligor), Gabenor Siam bernama Maharaja Dewa Sura pada tahun 1454 telah diserang oleh Sultan Mansur Shah iaitu Sultan Melaka dan Puteri Wanang Seri anakanda Maharaja Dewa Sura telah dibawa ke Melaka dan diperisterikan oleh Sultan Mansur Shah.

Hasil perkahwinan itu lahir dua putera, yang sulung dinamakan Raja Ahmad dan yang bongsu dinamakan Raja Muhammad. 

Tragedi sepakraga-destar terbunuhnya Tun Besar anakanda Bendahara Tun Perak membuatkan Raja Muhammad terbuang ke Pahang menjadi Sultan partama. Raja Ahmad akhir menjadi Sultan Pahang ke dua.

Sunday, July 24, 2016

Puteri Onang Kiu Kota Gelanggi (Gelanggui)...







Sejarah Pahang memperlihatkan bagaimana wanita menjadi lambang pengenalan Pahang. Barangkali Pahang dilihat sebagai lambang kewanitaan yang selalu menjadi idaman dan perhatian orang luar. Imej kewanitaan yang melahirkan keghairahan pihak yang lebih kuat menggunakan apa saja helah dan cara bagi mencapai apa yang diidamkan...

WZWH bicara sejarah pemerintahan Empayar Pahang yang berhubungkait dengan pengaruh wanita-wanita terhebat yang mencetuskan konflik dan peperangan. Ianya adalah "politik cinta" yang melarat kepada politik menguasai sang pemerintah.

Pernahkah anda mendengar nama-nama wanita klasik berpengaruh ini seperti Puteri Onang Kio, Puteri Wanang Seri, Tun Teja Ratna Benggala dan Puteri Kamaliah? Maka WZWH pun bercerita...

Puteri Onang Kio adalah puteri Raja Chulan Pemerintah Siam kerajaan Kota Gelanggi dibawah Kerajaan Ligor Tambralingga yang juga di panggil Klang Kio (Gelanggui)  atau Ganggayu ertinya perbendaharaan permata. Kota Gelanggi terletak di Jerantut. Semasa Kota Gelanggi dilanggar oleh Raja Suran (Raja Rajendra Chola 1 dari selatan India) pada tahun 1025, Raja Chola terpegun dengan kecantikan Puteri Onang Kio lalu diperisterikannya.

Friday, July 22, 2016

Orang Felda Dan Ulu Tembeling Pun Faham Saman Sivil Jabatan Kehakiman US : 1MDB




Amat menyedihkan apabila membaca kenyataan pemimpin pembangkang mengenai kes saman sivil Jabatan Kehakiman Amerika Syarikat (AS). Rupanya pengetahuan mereka mengenai kes ini amat cetek. Tidak hairanlah kenapa kenyataan mereka begitu dangkal dan mengarut. Tak tahu, rasa nak menangis atau ketawa sebenarnya. Penyokong pembangkang patut berasa malu kerana tahap pengetahuan pemimpin mereka, termasuk yang bergelar Ahli Parlimen begitu menyedihkan.

Analisis Kisah Saman Sivil Jabatan Kehakiman AS ke atas 1MDB ini mungkin boleh membantu meningkatkan tahap pengetahuan ahli parlimen dan pemimpin pembangkang. Ia juga boleh menjawab soalan, BENARKAH WANG 1MDB TELAH DICURI DAN PENCURINYA ADALAH NAJIB?

1. Pertama, ia bukan saman sivil atau pendakwaan terhadap 1MDB atau Perdana Menteri Najib Razak. Ia adalah saman sivil untuk merampas, mengambil alih dan membekukan aset yang dikatakan dibeli menggunakan dana yang 'dicuri' dari 1MDB. Jika kerajaan AS yakin bahawa aset-aset tersebut adalah hasil "money laundering" atau kegiatan haram yang lain, sudah tentu kerajaan AS akan terus merampas aset dan mendakwa setiap individu yang dinamakan melalui PROSIDING JENAYAH dan bukan melalui PROSIDING SIVIL. Persoalannya, kenapa AS tidak merampas aset-aset tersebut dan mendakwa terus semua individu yang dinamakan di dalam saman ini? Malah didapati Jabatan Kehakiman AS juga tidak berani menamakan pihak tertentu di dalam saman tersebut. JAWAPANNYA: kerana Jabatan Kehakiman AS TIDAK MEMPUNYAI BUKTI atau TIDAK MEMPUNYAI  BUKTI YANG MENCUKUPI untuk mendakwa bahawa semua aset yang tersenarai di dalam saman ini adalah dari hasil "money laundering" atau kegiatan haram. 

2. Kedua, kenapa saman sivil ini dibuat? Ia adalah berdasarkan aduan yang dibuat kepada Inisiatif Penemuan Semula Aset Kleptocracy, Jabatan Kehakiman AS. Ia bukan pendakwaan atau prosiding jenayah sebaliknya hanya inisiatif untuk memperoleh semula aset yang dikatakan sebagai hasil dari kegiatan haram dan korupsi.

3. Ketiga, siapakah yang didakwa? Tiada seorang pun dari dalam senarai nama di dalam aduan tersebut yang didakwa atas sebarang kesalahan jenayah. Sebaliknya ini adalah inisiatif kerajaan AS untuk membekukan aset-aset yang terbabit. New York Times melaporkan "The people named in the complaint have not been charged with crimes. The defendants in an asset forfeiture case are the properties that the government wants to seize. But an asset complaint does not preclude criminal charges."

4. Keempat, aset apakah yang hendak dibekukan? Antaranya adalah hartanah mewah di New York dan California, lukisan Monet dan Van Gogh, serta sebuah jet Bombardier. Semua senarai aset ini adalah berdasarkan aduan yang dibuat kepada Jabatan Kehakiman AS.

5. Kelima, siapakah pemilik aset-aset ini? Sehingga kini tidak disebut siapa pemilik aset-aset ini. Saman ini cuma menamakan Riza Aziz, Jho Low, Mohamed Badawy al-Husseiny, Khadem al-Qubaisi dan beberapa pihak lagi, termasuk yang dinamakan hanya sebagai Malaysian Official 1 sebagai pihak yang terlibat. Nama-nama ini adalah berdasarkan laporan yang dibuat kepada Jabatan Kehakiman AS.

6. Keenam, apakah prosedur untuk rampasan aset ini? Kerajaan AS tidak boleh merampas aset ini sewenang-wenangnya. Untuk merampas aset ada TIGA langkah yang perlu dibuat terlebih dahulu. Pertama, memastikan siapa pemilik sebenar aset-aset ini. Kedua, memastikan tiada pihak lain yang menuntut aset tersebut. Ketiga, menyiasat dan memastikan adakah aset itu hasil daripada kegiatan haram atau kegiatan perniagaan yang sah. Selepas TIGA langkah ini dilaksanakan baharulah kerajaan AS boleh merampas aset-aset ini. 

7. Ketujuh, apakah yang akan dilakukan terhadap aset-aset ini? Jabatan Kehakiman AS akan menjual aset-aset ini dan memulangkan kembali wang yang yang diperolehi dari penjualan aset ini kepada Malaysia atau negara asal dana tersebut.

8. Kelapan, adakah 1MDB terlibat? 1MDB telah membuat kenyataan rasmi bahawa ia bukan pihak yang terlibat dan tidak mempunyai sebarang aset di AS.

9. Dalam tindakan saman sivil ini, Jabatan Kehakiman AS tidak ada atau tidak mempunyai cukup bukti untuk mensabitkan setiap individu terbabit dengan kesalahan jenayah. Dengan menggunakan saman sivil ini mereka mahu pihak yang kena tuduh mengesahkan bahawa aset mereka bukan dari sumber haram. Jika pihak yang dituduh memperolehi aset dari sumber haram yang lain selain dari 1MDB dan tidak mahu mengesahkan sumber wang dalam pembelian aset ini pun, kerajaan AS tetap akan merampas aset mereka. Tidak semestinya ia dikaitkan dengan 1MDB. Jika pemilik aset boleh mengesahkan bahawa ia adalah dari sumber pelaburan yang sah dan bukan dari kegiatan haram, maka aset-aset ini tidak boleh dirampas.

10. Memandangkan Jabatan Kehakiman AS tidak mempunyai bukti yang mencukupi dan jika betul pembelian semua aset ini menggunakan wang yang dicuri dari 1MDB, maka ia bukan kesalahan jenayah yang dilakukan oleh 1MDB. Sebaliknya dalam kes ini, 1MDB adalah mangsa kepada perbuatan jenayah. Berdasarkan fakta kes, sehingga kini pertikaian hanya timbul dalam transaksi yang melibatkan IPIC dan Aabar. Jika itu kesnya, maka baguslah jika wang dari hasil penjualan aset dan produksi filem blockbuster ini dikembalikan kepada Malaysia atau 1MDB yang menjadi mangsa 'kecurian' ini.

Jadi apa isunya? Kenapa Tun Mahathir dan PROTUN serta Pakatan Anti Najib dan Pembangkang suka putar belit isu ini.