Nuffnang Ads

Pages

Sunday, June 24, 2012

Siapa Idola Hero Khairy Jamaluddin?



YB Khairy Jamaluddin @ KJ adalah Ketua Pemuda UMNO Malaysia. Juga ahli parlimen Rembau.

Seorang ahli politik muda yang popular dan meningkat naik karisma dan admiration mendapat perhatian baik UMNO mahu pun pembangkang.

Dulu KJ dikenali menantu Pak Lah PM dan Tun Mahathir mempopularkan KJ dengan istilah 'budak tingkat empat'.

Blogger Zamkata cadang KJ kalau mahu jadi PM kena minta maaf dengan Mahathir! WZWH tidak mahu masuk campur apa konflik antara KJ dan Mahathir.

Jika Mahathir merasakan KJ ini 'ancaman' maka WZWH kira hebatlah KJ ini.

Jika ditanya siapa idola hero KJ sudah tentu KJ akan bilang tokoh-tokoh tertentu terutama dari Barat.

WZWH suka guna contoh idola lokal berdasarkan Sejarah Melayu.

Mari kita lihat siapa KJ? Bapanya seorang duta. KJ adalah cucu seorang Penghulu di Rembau. Tentunya dia dari Suku Rembau.

Generally speaking orang Minang KJ ini. Maka siapa idola hero KJ?

Dalam sejarah ada seorang ahli politik Minang yang boleh buat kejutan iatu Raja Kecil pada zaman Empayar Johor Pahang Riau.

Sultan Abdul Jalil Syah atau Sultan Abdul Jalil Rahmad Syah I, dikenal juga dengan panggilan Raja Kecik atau Raja Kecil dari Pagar Ruyung, merupakan saudara dari Yang Dipertuan Pagar Ruyung Raja Alam Indermasyah, kemudian mendirikan Kesultanan Siak Sri Inderapura.

Pada tahun 1716, Sultan Abdul Jalil diutus oleh Sultan Indermasyah untuk mewakili dirinya dalam menyelesaikan kesepakatan dagang dengan pihak VOC, pada awalnya pihak Belanda menolaknya, namun kemudian kembali datang surat dari Yang Dipertuan Pagar Ruyung, yang menegaskan status dari pada Sultan Abdul Jalil tersebut.

Dalam Syair Perang Siak, Raja Kecil putra Pagaruyung, didaulat menjadi penguasa Siak atas muafakat masyarakat di Bengkalis, sekaligus melepaskan Siak dari pengaruh Johor. Berdasarkan Hikayat Siak, Raja Kecil merupakan putera dari Sultan Mahmud, Sultan Johor yang mangkat dijulang. 

Dari suratnya kepada VOC, Raja Kecil dari Pagar Ruyung, memberitahukan bahawa ia akan menuntut balas atas peristiwa terbunuhnya Sultan Mahmud. Pada tahun 1717 Raja Kecil berhasil menguasai Kesultanan Johor sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai Sultan Johor, dengan gelar Yang Dipertuan Besar Johor.

Namun pada tahun 1722 karena pengkhianatan beberapa bangsawan Johor, ia tersingkir dan kemudian pindah ke Siak dan menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat pemerintahannya tahun 1723.

Sebelumnya dari catatan Belanda, juga mencatat pada tahun 1674, ada datang utusan dari Johor untuk mencari bantuan bagi raja Minangkabau berperang melawan raja Jambi. Kemudian berdasarkan surat dari Raja Jambi, Sultan Ingalaga kepada VOC pada tahun 1694, menyebutkan bahwa Sultan Abdul Jalil dari Pagaruyung, hadir menjadi saksi perdamaian dari perselisihan mereka.

Pada tahun 1724-1726 Sultan Abdul Jalil melakukan perluasan wilayah, dimulai dengan memasukkan Rokan ke dalam wilayah Kesultanan Siak, membangun pertahanan armada laut di Bintan bahkan pada tahun 1740-1745 menaklukan beberapa kawasan di Kedah. 

Sultan Abdul Jalil Syah mangkat pada tahun 1746 dan dimakamkan di Buantan kemudian digelari dengan Marhum Buantan. Kemudian kedudukannya digantikan oleh putranya, yang bernama Sultan Mahmud.

Oleh kerana KJ orang Minang maka Raja Kecil boleh menjadi idola hero. Ada strategi-strategi Raja Kecil yang boleh KJ pakai. 

Bagaimana Raja Kecil membalas dendam kerana ayahanda baginda iaitu Sultan Mahmud Shah II mangkat dijulang dibunuh pada 1699 oleh konspirasi pakatan Pembesar Melayu Johor yang diketuai oleh Bendahara Tun Abdul Jalil hingga takhta kerajaan Johor dapat kembali kepada Raja Kecil.

KJ perlu melihat jati diri root Raja Kecil pahlawan Minangkabau yang bercita-cita besar tahu bagaimana mencapai cita-citanya. Politik moden Malaysia masih mengikuti jalan-jalan denai politik tradisional Tanah Melayu.

1 comment:

Ghab said...

I think it has no essential consequence what been said about KJ that he ought to apologize to Tun Mahathir if he wants to be the Prime Minister of Malaysia one day .

The commotion between wisdom ( Mahathir ) and liberal logic ( KJ ) can never be in pair : the key contention that need serious attention is their account of disposition and inclination toward the scared article 3 of the Umno Constitution .

If we relate to the tales of Mullah Nassaruddin : Mullah Nassaruddin , the Neighbor and the Braying Donkey , in contention for whom to be a ' free mind ' , it is the wisdom of judgement that prevailed .

For KJ , he is the mouse who gave the idea to the mice in the Mouseland . His position in itself had its influence in conveying what could it be and be done in the Mouseland . At the same time he had the ambition to be an associate-mouse chief supported by a company of little mice then .

It would be a different perception if the essay on KJ was not by association of his relationship with the former Prime Minister . Couple with his ambiguity and being over ambitious young lad of the fourth floor then .

Considering him as an unfortunate one or rather accidental by his up bringing as a son of the soil , who practically lived and received education in the foreign environment and who has been perceived as a shenanigan lad to many .

Put aside the reactionary acumen , I think , KJ is a proactive young lad who has a physiognomy of an ascribed young leader . His articulation of ideas and thoughts are worth for everyone attention and criticism . Nevertheless , the common understanding among many have being that , KJ has the prerequisite of a strenuous one accounted for leadership and should be reckoned .

Many will agree with me , as of today , KJ is a valuable asset to Barisan National .

His setback is his ostentatious character . He appreciates to take a liberal stance on issue which summon for defense in which were undesirable to many conservatives .

He probably has overlooked and refrained in acknowledging the wisdom judgement of the stipulated article 3 in the Umno constitution . His icon should be his disposition of the Article 3 . The meaning to whom everyone concern of being a Muslim and Malay in this Tanah Melayu .